Cinta Pertama Dan Terakhir
sebelumnya tak ada yang mampu
mengajakku untuk bertahan
di kala sedih
sebelumnya ku ikat hatiku
hanya untuk aku seorang
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian
kau buat aku bertanya
kau buat aku mencari
tentang rasa ini
aku tak mengerti
akankah sama jadinya
bila bukan kamu
lalu senyummu menyadarkanku
kau cinta pertama dan terakhirku
sebelumnya tak mudah bagiku
tertawa sendiri di kehidupan
yang kelam ini
sebelumnya rasanya tak perlu
membagi kisahku saat ada yang mengerti
sekarang kau di sini hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian
bila suatu saat kau harus pergi
jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik
karena senyummu menyadarkanku
kaulah cinta pertama dan terakhirku
...
Ini pilihan diatas ketentuan.
Assalamu'alaikum...... Saboeh langkah dari uloen tuan munuju mimpi.. lewat kata loen meurangkai, semoga langakah sabe lam berkah..
Pengikut
About Me
- Maulidar Yusuf Atjeh
- Mencoba menjelajah dunia melalui mimpi... saya adalah saya,, dengan segala kekurangan dan kelebihan.. lewat mimpi saya mencoba merajut asa,, entah,, saya terhadap semua yang saya dapat.. kerna semua maya.. tak pasti.. tak nyata... hanya saja saya punya satu keyakinan.. yaitu, apapun yang telah terjadi hari ini,, belum tentu tak berarti, walaupun tak penting... yah,,, walaupun sering bgt aq terbang tapi jatuh lagi,, ehmm,tapi aq selalu berfikir.. kalo jatuh, yaa,, bangun lagi, trs terbang lagi, jth lagi?? yaudah bangun lagi.. eeee jatuh lagi?? istirahat dulu sebentar,, ^_^ terbang lagi... i'll get it!!
Aku tak bisa mengelak lagi, ini numenaku
Aku memang tidak pernah tahu dimana letak ketinggian iman ku
Yang ku tahu hanya ada selembar, lembaran tipis, batasan kesucian dan kehinaan yang masih ku punya, tipis sekali, bak ari diatas air
Andai angina berhembus, sayup pun, ia kan retak
Dan baur kan segalanya..!!
Prahara ini begitu besar, walau ku katakana tak ada masalah dengannya
Kenyataannya dia terlanjur memenuhi isi otakku
Dan lambat laun paradigma hidupkupun akan berubah
Tusukannya tepat menyentuh saraf-saraf bathinku, gerangku menegang..!!
Ringkihku disudut ini sungguh menyakitkan!!
Aku benar-benar tak dapat fungsikan photoceptor- ku lagi dengan sempurna,,
Antara hitam dan putih, nyaris tak ada beda lagi bagi ku, untuknya
Andai bulan membuka rahasia imaginasi masalalu ku
Dan tabir kisah berabad-abad lalu tentangnya pun tersibak, dia terlanjur ada daripada tercipta..
Milyaran kisah tlah mengalir tentanggnya dalam maya ku, hingga akhirnya dia benar-benar Kau cipta,,,
Ughhh,,, andaikata bulan pengkhianat rahasiaku,, sungguh aku akan begitu malu untuk ada..
Walau sebenarnya aku ingin dia bertanya pada bulan, dan bulan tak perlu berkhianat.
Dan hari ini
Lihatlah…..!!
Sederet gelombang mulai mengusik batinku, mengajakku
Lagi-lagi, menuju lorong hatinya..
Maafkan budak ini Tuhan, terlanjurku berselingkuh dari-Mu
Tuhan, boleh jadi Engkau remukkan tulangku
Seandainya ini bukan sambungan rusuknya..
Aku tahu andaikata ku meminta, melihat ku saja, mungkin tak pantas kau ijabahkan harap ini, tapii,,,,,
Ku mohon, paksakan pengembara cinta itu bertempur diladang ini
Meski tak pantas rasanya,
Ini benar-benar bukan lagi salah waktu, namun adakah kepantasan untukku berteriak
“AKULAH PATAHAN TULANG RUSUKMU, DUHAI……!”
Rabbi,, aku benar-benar lemas sudah, andaikata Kau deretkan orang-orang hina dihadapan Mu, mungkin, tak salah lagi posisiku adalah terdepan
Akulah yang menghunus pedang dan menancap Mu dan Rasul-Mu
Owh,, ya Rabb,,,,
Tubuh ini jauh terhempas sudah, samar adanya dalam alunan
“ALLAHUAKBAR, ALLAHUAKBAR WALILLAH ILHAMD”
“ ANTA YA SALAAM, ANTA YA GHAFUR,,YA ZALJALALI WAL IKRAM”
Ada rindu yang tak pantas ada, aku benar-benar tlah terlanjur berhenti dipersimpangan ini, logikaku pun hilang fungsi
Aku tak tahu apakah masih ada kelayakan untukku berada berada dilereng bukit diantara ladang kurma merah-Mu
Sungguh, kepingan dosa tanpa sadar tlah aku tertawai
Andai rasa ini bersayap pada ampunan Mu
Antara maghfirah dan makhrifat Mu, aku mohon
Izinkan aku Tuhan, agar semua tak sekedar harap, agar jiwanya dapat menggenggam erat bathin ini,,
Meski aku terlanjur awal memulai dar garis start,
Meski inferior ini begitu besar
Ini numenaku
Duhai Penglabuh Cinta, maafkan selingkuhan-Mu ini
Izinkanlah selingkuhan-Mu ini, mencapai garis akhir dengannya
Izinkan akhirnya kelak kami dapat berteduh ditelaga Kaustar-Mu
Meski tanpa kata-kata dari ku untuknya, tapi aku punya Engkau, Tuhan..!
Layaknya budak yang tak henti memohon, Tuhan,,
Jangan larikan aku darinya, dan tak yang lari dan melarikan diri diantara kami,,
Karna semua terlanjur terlayut manja, bak sang ayah…
Aghr,,,,
Aku begitu gamang sudah jadinya,,
Ini porsi kebahagiaan jiwaku yang galau
Padahal, aku hanya ingin merindukan Tuhanku, disetiap detik hidupku tanpa harus melepaskan dia..
Meski tak ada yang pasti apakah dia menggenggan ku
Aku memeng tak akan pernah tahu, karna sampai matipun
“ AKU TAK AKAN BERTANYA, AGAR AKU ADA”
Hanya akan berandai dia lihai melihat, benda perpanjangan otak dan rasa ku yang berada diluar tengkorakku , mataku.
Tuhan,,
Sungguhku tak tahu cara, selain pinta terakhirku ini
“…sodorkan hatinya untukku kelak, ketika abad nyata ini tiba dan ketika abad yang layak itu ada, karna ku tak menggharapkan dia untuk hari ini…”
14 sya’ban 1431, 02.08 WIB….
*akhirnya….
Perlak, 1870. Ini tahun kelahirannya.
Terlalu subyektif jika sampai hari ini kita menvonis bahwa perempuan harus selalu berada digaris belakang, harus selalu dilindungi dari berbagai macam keganasan. Padahal seharusnya kewajiban melindungi adalah keharusan semua insan terhadap insan lainnya tanpa harus memandang jenis kelamin apa yang dia miliki demi terwujudnya perdamaian hakiki.
Ada sebuah fakta sejarah di Seramoe Mekkah ada seorang ‘srikandi’ yang tak pernah bersedia dihina, apalagi dilecehkan demi bangsa dan agama dia rela menerjang peluru. Perjalanan hidup yang merupakan unsur sadar dan tidak sadar dalam diri setiap manusia tentunya perlahan akan membentuk karakter setiap orang. Begitulah yang terjadi pada diri ‘srikandi’ yang satu ini. Suasana perang dan kekerasan pada masa kelahirannya dan setiap liku pertumbuhan serta perkembangannya telah sangat mempengaruhi kehidupannya.
Srikandi ini tidak pernah mau tunduk terhadap colonial, oleh sebab itu ia dan suaminya berjuang mati-matian dengan menciptakan berbagai taktik untuk menghantam gaphe-gaphe Belanda pada saat itu. Meskipun tanpa senjata lengkap namun semangat jihad fisabilillah telah membutakan hati mereka untuk tidak hidup belama-lama dalam keterhinaan.
Hidup dengan penuh tekanan dan penyiksaan tak pernah sedikitpun membuat peluh rasa menyerah menetes dibenak mereka, walau hingga akhirnya ia harus kehilangan suami tercintanya yang terjebak dalam perangkap hingga akhirnya ditembaki oleh para kolonila. Ia tetap tegar dan terus berjuang dengan seorang yang pernah ditunjuk oleh suaminya untuk menggantikannya ketika ia harus pergi terlebih dahulu. Perjuangan merekapun semakin mendapat tekanan yang sangat parah. Hingga akhirnya dalam sebuah pertempuran di Paya Ciecem, suami keduanya pun meninggal. Dalam pertempuran ini banyak masyarakat yang putus asa dan akhirnya menyerahkan diri, tapi ‘srikandi’ ini tidak pernah putus asa apalagi menyerahkan diri. Demi bangsa dan agama ia tetap terus berusaha meloloskan diri berserta seorang bayi laki-lakinya.
Dialah ‘srikandi’ anggun dari Perlak, Cut Nyak Meutia. Keteguhan hati dan kepintarannya menciptakan taktik perang selalu membuat para kolonial gerah. Sampai akhirnya ia pun dikepung dan tanpa rasa prikemanusiaan perempuan ini ditembaki beramai-ramai oleh kolonial, akhirnya berbutir-butir peluru bersarang ditubuhnya. Srikandi penerjang peluru.
Cut Nyak Meutia adalah representasi dari perempuan-perempuan Aceh yang heroik dan tangguh mempertahankan martabat agama dan bangsa. Tidak pernal mengenal ketidakberdayaan, karna darah mereka adalah perpaduan kejayaan dan kebebasan untuk hidup.
Sudah jelas pada dasarnya identitas perempuan Aceh yakni perempuan yang anggun, tegar, kuat, dan tidak cengeng. Maka sudah sudah sepatutnyalah ‘srikandi-srikandi’ sekarang sadar siapa mereka sebenarnya.
Mengenang Cut Nyak Meutia sebenarnya bukan hanya menbayangkan romantika perperangan fisik antara perempuan Aceh dan kolonial, namun juga perjuangan mempertahankan cinta sucinya dengan Teuku Muhammad atau yang lebih dikenal dengan Teuku Cik Tunoeng. Ini merupakan bukti bahwa perempuan Aceh sudah dari dulu merupakan sosok yang bebas menentukan hidupnya. Awalnya memang Cut Nyak ini sejak kecil sudah dijodohkan oleh orang tuannya, tapi akhirnya ia lebih memilih Teuku Muhammad, pemuda yang dicintainya, untuk menjadi pendamping hidupnya.
Perjuangannya demi bangsa dan agama serta ketenguhan terhadap cintanya ini pun tidak pernah luput dari cobaan, karena pernikahan pertamanya ini tidak bertahan lama dan begitu juga dengan pernikahan keduanya. Tapi ia tidak pernah pasrah begitu saja terhadap takdir. Karna dia sadar bahwa kualitas kesabaran seseorang itu tergantung bangaimana ia berusaha melawan takdir menuju martabat yang lebih baik.
Pertanyaannya hari ini adalah akankah ada duplikat Cut Nyak hari ini?
Sepanjang perjalanan hidupnya dihabiskan untuk belajar, mengaji, dan berjuang demi terangkatnya martabat keimanan. Menikah dengan ridha Allah, berjuang dengan jiwa seorang ibu yang tak pernah gentar melawan si “mata biru” meski darah birunya bertabur peluru. Serta tak pernah rela dilecehka oleh kafir laknatillah. Mungkin sangat ironis dengan keadaan sekarang banyak ‘srikandi’ yang berlomba-lomba meperlecehkan dirinya dengan perbuatan-perbuatan yang jauh dari norma-norma agama dan budaya.
Memang sampai kapanpun sejarah tidak akan berulang sama seperti yang pernah terjadi. Namun impossible is nothing, disaat kita berani bermimpi. Karna tolak ukur kapasitas kita adalah disaat ada keberanian untuk bermimpi dan berusaha mewujudkan kembali gemilang masa lalu ini, dan semua ini bukan hanya menjadi hal yang utopis disaat para ‘srikandi’ sadar bahwa dunia menanti perannya.
Apa yang terjadi pada hari ini memang merupakan sebuah fonomena bahwa bukan saatnya lagi srikandi-srikandi Aceh bersembunyi dibalik tempurung, karna sejarah indatu telah mengukir anggun tentang sosok Cut Nyak Meutia dan ‘srikandi’ lainnya yang tak pernah apatis terhadap keadaan sekitarnya.
Bukan suatu hal yang mustahil sosok cut Nyak Meutia kembali hadir dizaman modern dan kontemporer saat ini, asalkan ada kemauan yang besar pada para perempuan hari ini dan esok untuk terus berusaha meningkatkan SDM, salah satunya dalam hal penyetaraan ilmu pengertahuan. Mengingat saat ini tidak ada lagi batasan-batasan untuk menikmati ilmu pengetahuan, semua orang berkesempatan dan berhak mendapatkan pendidikan yang sama. Namun tetap dalam dalam tutunan yang layak dan wajar dalam rentetan yang normative, artinya tidak melawan etika-etika relegius dan kodrati.
Oleh karena itu suatu keharusan kesempatan untuk berkembang atau istilahya mengejar karier bagi perempuan tidak terbentur dengan nilai-nliai persamaan prinsip (tingkat status) dengan laki-laki. Harus ada kontrol yang sesuai dengan aturan agama agar tidak ada kebablasan sikap yang seolah perempuan bisa hidup tanpa laki-laki. Istilah ‘gender’ pada hari ini terkadang menjadi sumber wacana yang tak jarang menjadi sumber malapetaka hingga tersulut bara api bagi perempuan untuk mendapatkan sebuah target yang tak pantas, seperti kenyataan pada hari ini ada pos-pos yang tidak mungkin dicapai oleh perempuan.
Tapi semua ini tetap tidak akan pernah menutup ladang kemungkinan bagi perempuan untuk menabur spirit kemajuan dan mendukung perkembangan bangsa seperti Cut Nyak Meutia yang memiliki andil besar untuk membangun peradabaan dan tak pernah sedetikpun membiarkan martabatnya dilecehkan oleh siapapun. Sudah saatnya para perempuan hari ini berfikir bahwa dia ada dan sadar bahwa dunia menanti kehadiran peran dan ketegarannya. Wallahu’alam…
Mau bernafas tentunya perlu alat nya, hidong, ya kan?
gt jg dgn kepercayaan,,
mw dapat kepercayaan lg?? tentunya perlu BUKTI!
Profesional, itu kunci smw!!
pembenaran? itu bukan solusi! kalau emang gx bisa, blg terus dari awal. Kita bertugas bukan berhubungan dengan Galah tapi dgn jarum! runcing, menusuk!
Sekali aja gak masok, publik angkat suara, menusuk? pasti.
Hidup adalah pilihan.Pilihan tuk meninggalkan atau Ditinggalkan!
Maulidar, Hari ini kamu 1 jam lebihtelat! itu bukan rekor yg membanggakan tuk didengar!!
bisa profesional atau enggak sich sbnrnya???
De Beaulieu Augustin ( 1589 - 1637) is a French century general of ke-17, what in the year 1619 assigned to lead a armed expedition to Indies East consist of three ship ( 275 kru, 106 cannon) and referred " Armada of Montmorency "
Armada of visiting Acheh, a conducive experience Beaulieu to write one other best Account Acheh in the early of century of ke-17. Beaulieu come in contact with Sultan of Iskander Young ( 1607-36) to obtain;get commerce permit and agreement to found factory.
Arrival of Agustine Beaulieu de to Acheh greeted very either by governance of Acheh, proven in the article of Beaulieu greeted good with extraordinary expectation by Acheh with idiosyncrasy like wall which was floor and dihiasai which was unfolding carpet of Turki, and a number of 30 women with decorative silver batil beautiful jewel stone, which entertain you of Beaulieu. Is later;then continued by show of artistry. Come up lah 15 girl with last small drum came up also 2 pretty girl very menabjubkan because beautiful once, husk of halius, not suspecting country as hot as that meeting beautiful girl as white as month;moon. Clothes chief of village of weaving gold, Beaulieu really see him. This also prove that people of aceh very esteem guest.
Beaulieu giving many presentses to Sultan, with bingkisan which have never Acheh. Although first day arrival of to Acheh not yet, been accepted direct by king. Because at that moment king are pain, new after read of King letter of Prancis audiensi executed.
Beaulieu narrating many that residents many which have read and count/calculate. They are devotee of art, cleaner of this matter seen from clothes and household him. Later;Then worker are Achenese talent. Blacksmith, making ship isn't it membership which is very amaze. Beaulieu also narrate that Sultan of Iskandar Young have formed Acheh people kaarakter become best soldier d archipelago of nusantara.
all important matter in kekautan of sultan of dalah armed forces Sea which consist of battleships of infinitude lands, line of ivanteri afirmed by elephant army and 3 pelapuhan of Energy aceh and of Pedir.
Bealiu write down that battleship ship far bigger than made by battleship ship European people epoch, that is with length 12o foot/feet, this kappal is very heavy and beautiful, ad for and high and there are biliki-bilik and also oars very pannjang but light, people of aceh very make ship.
that Ship ship is taken care of by special people in it load until 800 army by 900 elephant tail . this elephant can boost up the foot/feet of thrice contemporaneously in honour of Sultan. That have isn't it people of aceh very in the case of crafting/ diligence and worker.
Beaulieau also write down concerning people of aceh which is " king more than the infinite" with the meaning people of aceh that more major king than the infinite because eager to face morning sultan to libel others before he is libeled others. Though he/she not yet of course will be libeled by others.
Beaulieu also mention concerning jurisdiction of Acheh which if a criminal arrested he cannot run again and surrenderness brought forwards penalization and judge for kejahan is cane. If cane have hence finishing his penalization lah. He/She also write down judge accepting ransom to penalization. This matter designate that hokum can payee with money. Become for easy plutocrat to redeem penalization while pauper more serve time cane.
Admiral of Agustien possible Beaulieu de fail of opportunity trade denganAceh, as English, time he/she tour there as French king courier. On that account, not surprise if reading the composition of there are flavours forerunner of dislike searched for badness of his article subyek. Begitupun of his report, can be obtained the image of situation of Acheh during the period.
hahahaha,,,,,
before i go Belanda,, njoe sedikit banyak loen peutrang ttg si Beaulieu, data lgkp djih gohlom loen temukan,, maybe,,, when i go Holand i'll write more ^_^
In today's era of openness that the trigger also with the freedom of the press to access news from anywhere in the world. Its certainly not alien to us to hear human rights terms.
human rights at the pass by the UN on 1948 and was implemented throughout the world, particularly in view of the members of the UN.
And of course it is the foundation of human rights oppression and discontent among the marginalized (such as: race, the destitute / city proletariat) against the bourgeois / ruler.
Every man must have wanted to feel the freedom in any case. Human rights in general meant as a protector of individual freedom, anything goes as long as not to disturb others. For Human Rights is the fruit of thought from the west, then the values represent the needs of those who later adopted by countries like Indonesia.
Whereas in Islam in the fifth century there had already contains rules on the protection of human rights, the Charter of Medina, a plaque containing the agreement between the Muslims in terms of freedom of religion, culture, customs, etc..
This is the Act that there has been no match for him until now, because the set about the unity of religion, citizens, minorities, national defense, political, peace, etc..
No discrimination in Islam,…!
And Islamic law in any setting, Islam always uphold human rights, including the application of "qanun jinayat" qanun jinayat in particular Aceh his experience is very much controversy not only among the community, but also expanded into international circles, even by adherents hedoisme think that adultery / prostitution is a common requirement, and should be done. This is very common in the western world is experiencing spiritual crisis in their lives, even they are in protecting the government, until the end of his thinking was much influenced by the western Muslim world that sometimes swallowed them raw without any critical thinking of the Muslim.
In Aceh, scholars and politicians agree the law impose a whip / stoning in Aceh.
law is the law of stoning to death, by stoning, the law is only done in cases of highly disgraceful condition absolutely convinced that someone has proven adultery, that is by attending four of his witnesses.
Implementation of the law by stoning is not so easy. No blemish, disability and human rights violations in the execution of such punishment, in comparison with the slaughter forward towards a third world country….!
In Islam, the implementation of stoning sentence on intended as preventive measures, and at the same deterrent effect purification. Not too bad / negative view of his qanun jinayat this special law stipulating the existence of stoning, which led to immoral acts do not happen again.
The most important thing now is to disseminate the public about this law in order to avoid misunderstanding in terms of the nature of law itself.
But can not deny the implementation of which occurred in the field who sometimes very deviant from the norms of law and fact. Back to those who implement the law, not of "law" itself, because sometime very much self interest in this particular implementation of the law.
And are crucial for positive participation from communities and from different factions of course, like a student and everyone. For the implementation of its laws in order to avoid implementation of its laws to prevent abuses that can lead to bad image against Islam.
*What must I add before I presentation?
our title is ' Does can punishment "jinayat" against human right?' but,,, we must answer 'NO'
*********
Tuhan Sembilan Senti
(Taufiq Ismail)
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
...
##
Kesehatan dambaan setiap orang, bukan hanya orang itu sendiri saja, tetapi juga orang dsekitarnya. Yang selalu mencintainya bukan hanya karna raga luarnya saja tetapi juga raga didalamnya.
Rokok.
aku bukan orang yang akan berkata "janagan ini..!!" "jangan itu,,,!!"
"bahaya ini..!"
"bahaya itu,,,!"..
lewat tingkah dan kata aku selalu berharap mereka yg ku sayang mengerti maksudku.
aku tak pernah ingin kehilangan mereka.
namun tak banyak yang bisa kubuat, karna semua itu kembali pada mereka sendiri sebesar apa mereka bisa menghargai ketulusan orang-orang disekitar mereka yang ingin semua aman.
Ayahku perokok.
berat sangat malah.
namun sekarang tak lagi didepanku, hanya dibelakangku.
ayahku yg mengajarkanku berbagai sisi dari dunia 'rokok'; ekonomi, politik, sosial, bahkan agama.
okeh, kuakui terkadang kemenangan untukmu, ayah, dari filosofimu tentang rokok. Ayah, tapi tak dari sisi kesehatan, kau kalah.
ayah, semalam aku menangis mendengar diagnosa dokter tentang tekanan darahmu. Aku yang biasa cerewet tlah habis kata tuk bicara.
Hanya doa untuk perubahan semua.
untuk mereka-mereka yang ku cinta walau ternyata mereka lebih mencinta rokok daripada aku.
........
hisapan rokokmu yang terakhir hari ini
kau habiskan penuh nikmat tanpa lihat kanan kiri
seakan dunia laksana milik sendiri
hembuskan asap beracun tak peduli sana sini
ammonia yang jadi racun pembersih lantai
arsenic yang jadi racun tikus putih
hydrogen cyonide yang jadi racun untuk hukuman mati
kau nikmati tiap hari tanpa sadar konsekwensi
methanol yang jadi bahan bakar roket
karbon monoksida yang asalnya dari asap knalpot
acatone yang biasa untuk penghapus cat
tak kau sadar yang buatmu makin sekarat
barang haram ini buatmu bak manusia jalang
ketika kulihat nafasmu makin sesak sungguh malang
hembusan nafas terakhir tanda mati-matian kau berjuang
ucapku terisak, selamat jalan sayang ...
